Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Anggota DPRD Kota Gusit, Meminta Penegak Hukum Proses Pengrusak Tanaman Mangrove Dan Pemilik Alat Berat

Senin, 9 November 2020 | 4:00 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Admin
Dibaca: 424
Kantor DPRD Kota Gusit Beralamat di Jalan Gomo No 37 Kota Gunungsitoli

Kantor DPRD Kota Gusit Beralamat di Jalan Gomo No 37 Kota Gunungsitoli

Kantor DPRD Kota Gusit Beralamat di Jalan Gomo No 37 Kota Gunungsitoli
Kantor DPRD Kota Gusit Beralamat di Jalan Gomo No 37 Kota Gunungsitoli

GUNUNGSITOLI, LINTASPERISTIWA.COM, – Viralnya di berbagai media sosial maupun di beberapa media eletronik terkait pengrusakan tanaman mangrove di desa teluk belukar dapat dibaca link berita https://lintasperistiwa.com/biro/sumut/nias/diduga-alat-berat-milik-purn-tni-sus-merusak-tanaman-mangrove-di-desa-teluk-belukar/ dan juga https://lintasperistiwa.com/biro/sumut/nias/ketua-dpw-lsm-gempita-kep-nias-mengecam-tindakan-sus-yang-diduga-merusak-tanaman-mangrove/,beberapa anggota DPRD menanggapi.( 09/11/2020 ).

Saat dikonfirmasi melalui via seluler Sa’amboro Laoli selaku anggota DPRD Komisi Satu Kota Gunungsitoli terkait pengrusakan tanaman mangrove di desa teluk belukar, ia mengatakan, “Kalau tanaman Mangrove tersebut tidak boleh dirusak oleh siapapun, sebab tanaman tersebut yang dilindungi, jadi di minta kepada penegak hukum agar pelaku pengrusak tanaman Mangrove itu harus diproses secara hukum tidak boleh pandang bulu serta tidak boleh pilih kasih harus diberlakukan baik dari jabatan berpangkat ataupun seorang itu Purnawirawan, tetap harus diproses secara hukum dan alat berat yang digunakan diminta untuk diamankan”. Tuturnya

Lanjut, begitu juga Atieli Zebua ( Purn.TNI ) yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kota Gunungsitoli saat dikonfirmasi , ia mengatakan “Tanaman Mangrove itu semestinya dilindungi bukan dihancurkan, apabila ada pengusaha yang sengaja mengrusak tanaman tersebut, maka di minta kepada penegak hukum untuk diproses secara hukum yang berlaku serta alat berat yang sudah diangkat kembali dari lokasi tanaman agar diamankan oleh penegak hukum”. Ungkapnya.

Lebih lanjut, ketika dikonfirmasi kepada AM selaku pemilik lahan, ia mengatakan dan mengakui memang benar lokasi itu milik pribadi sendiri, ” Memang benat itu milik saya, tetapi kalau untuk pekerjaan itu sendiri si pemilik alat berat yang meminta untuk dikerjakan, sebab hanya beli minyak yang diberikan kepada SUS tersebut dan itupun alat beratnya sudah diangkat dari lokasi pada tanggal 07 November 2020 sekitar menjelang siang hari”. Ungkap AM dengan singkat.( Tim )

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!