Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga Alat Berat Milik (Purn.TNI) SUS Merusak Tanaman Mangrove Di desa Teluk Belukar

Sabtu, 7 November 2020 | 11:07 am
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Admin
Dibaca: 733
alat berat beco ( excavator ) diduga milik mantan Purnawiran TNI inisial SUS.( 06/11/2020 )

alat berat beco ( excavator ) diduga milik mantan Purnawiran TNI inisial SUS.( 06/11/2020 )

alat berat beco ( excavator ) diduga milik mantan Purnawiran TNI inisial SUS.( 06/11/2020 )
alat berat beco ( excavator ) diduga milik mantan Purnawiran TNI inisial SUS.( 06/11/2020 )

GUNUNGSITOLI UTARA, LINTASPERISTIWA.COM, Informasi yang beredar bahwa di duga kawasan hutan pantai mangrove yang berlokasi di Lawu lawu dusun 2 desa teluk belukar, kecamatan gunungsitoli utara kota gunungsitoli telah dirusak oleh alat berat beco ( excavator ) diduga milik mantan Purnawiran TNI inisial SUS.( 06/11/2020 )

 

Disampaikan beberapa masyarakat desa teluk belukar terkait dugaan pengerusakan tanaman mangrove yang menjelaskan, “kami duga bahwa belum ada surat kontrak dengan yang punya tanah, yang mana si pemilik alat mempengaruhi yang punya tanah supaya tanahnya itu dibabat dengan alat berat (excavator) punyanya”.

 

Lanjutnya, “Dimana dalam hal ini yang punya tanah hanya mengisi minyak tanpa bayar biaya yang lain lain”.

 

“Alat tersebut diduga beroperasi karna keinginan penuh dari mantan Purnawirawan TNI inisialnya SUS, sekalian alatnya dites atau dicoba karna alat tersebut sering rusak, sangat disesalkan tindakan dari SUS”, ungkap mereka.

 

Ditambahkan, sehingga kami masyarakat meminta supaya alat berat tersebut ditangkap atau diamankan, dan supaya SUS bisa mempertanggung jawabkan semua apa yang sudah dia lakukan didepan hukum, karna sudah merusak tanaman pemerintah yang sangat berfungsi bagi masyarakat desa teluk belukar”’, tutur beberapa masyarakat.

 

Saat dikonfirmasi kepada Fatiwanolo Mendrofa selaku Kepala Desa Teluk Belukar terkait masuknya alat berat beco di pantai mangrove untuk pelebaran serta pendalaman bibir pantai ia mengatakan dan membenarkan, “Memang belum ada pemberitahuan sama sekali terkait masuknya alat berat beco ( excavator ) di pantai mangrove baik dari pihak pemilik lahan maupun juga dari pihak pemilik alat berat beco”, ungkapnya.

 

Dikonfirmasi kepada  SUS selaku pemilik alat berat, ia mengatakan dan membenarkan bahwa alat berat yang berada dilokasi Lawu lawu dusun 2 desa teluk belukar kecamatan gunungsitoli utara kota gunungsitoli, milik sendiri.

“Untuk pekerjaan itu bukan dari pemerintah melainkan milik pribadi pemilik lahan atas nama A M. bahwa pekerjaan itu tidak ada sewa alat melainkan hanya isi minyak saja dengan nilai satu juta rupiah serta tidak ada kontrak dengan si pemilk lahan tersebut”, tuturnya.

Lebih lanjut, dikonfirmasi kepada Yarni Gulo selaku kepala dinas lingkungan hidup kota gunungsitoli terkait izin dugaan pengerusakan tanaman mangorve di desa teluk belukar,ia mengatakan ” terkait izin lingkungan belum ada, karena sebelum berbicara izin lingkungan wajib seseorang pelaku usaha dan/atau kegiatan mengurus Rekomendasi pemanfaatan ruang yang diterbitkan oleh Sekretaris Daerah sebagai Ketua TKPR dan tentu wajib sesuai perda RTRW Kota Gusit”. Cetusnya.

Sehingga berita ini tayang, belum bisa dihubungi si pemilik lahan.( Tim )

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!