Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Ibu ibu Rt Botolakha, Meminta Kepada Kapolres Nias Untuk Menutup Warung SW

Kamis, 15 Oktober 2020 | 5:24 am
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 58
Pada saat menyerahkan Laporan Pengaduan di Polres Nias,yang menerima Bripka Berkat E Laoli.

Pada saat menyerahkan Laporan Pengaduan di Polres Nias,yang menerima Bripka Berkat E Laoli.

Pada saat menyerahkan Laporan Pengaduan di Polres Nias,yang menerima Bripka Berkat E Laoli.
Pada saat menyerahkan Laporan Pengaduan di Polres Nias, diterim oleh Bripka Berkat E Laoli.

Nias utara, LINTASPERISTIWA.COM, _Dari pemberitaan sebelumnya dapat dibaca melalui link berita https://lintasperistiwa.com/biro/sumut/nias/berdasarkan-laporan-pengaduan-masyarakat-warung-sw-di-duga-sarang-tempat-judi/.( 15/10/2020 ).

Saat dikonfirmasi kepada ibu ibu rumah tangga terkait laporan pengaduan tentang warung SW yang di duga sarang tempat judi disampaikan dipolres nias mengatakan, “Laporan yang disampaikan tersebut memang benar ” dimana warung SW itu diduga tempat sarang judi, sehingga para suami kami pulang dari menangkap ikan dilaut mereka tidak balik kerumah melainkan langsung singgah diwarung SW untuk minum tuak sekaligus main kartu judi”. Ucap ibu rumah tangga.

Selanjutnya, “Penghasilan penjualan tangkapan ikan dari suami kami tidak ada lagi sampai kerumah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan rumah tangga, sampai sampai kami para istri menderita bersama anak anak. Maka dari itu kami meminta kepada bapak Kapolres Nias untuk segera mungkin menutup warung milik SW tersebut agar para suami kami tidak menginjakkan kaki lagi di tempat itu”. Ujar beberapa Ibu Rumah tangga.

TZ selaku ketua Rumah tangga di desa botolakha dusun I ( satu ) saat dikonfirmasi melalui via seluler, ia mengatakan dan membenarkan bahwai ia telah menerima laporan dari beberapa ibu rumah tangga, “Para suami mereka nelayan tidak langsung balik kerumah saat pulang dari menangkap ikan dilaut, melainkan singgah diwarung SW yang di duga tempat jual minuman tuak sekaligus diduga tempat judi. ” Beber TZ

Ditambahkannya lagi, Sehingga dari beberapa laporan ibu ibu rumah tangga tersebut, saya selaku ketua Rumah tangga di desa botolakha membuat laporan pengaduan di Polres Nias, sebab di warung SW tersebut sering terjadi keributan dan jika sudah terjadi keributan di warung SW itu, SW berusaha membuat laporan ke polisi, sehingga ujung-ujungnya SW dan suaminya menggiring kearah perdamaian dengan meminta biaya perdamaian hingga 50 juta rupiah ( lima puluh juta rupiah ) sampai dengan 100 juta rupiah ( seratus juta rupiah ) melalui kuasa hukum.” Ungkap TZ.

Dari pantauan awak media mengutip isi laporan pengaduan masyarakat yang disampaikan dipolres nias,bahwa jika terjadi keributan diwarung SW akan melaporkan kepihak berwajib dan melakukan perdamian terus meminta uang bisa sebesar 50 juta ( lima puluh juta rupiah ) sampai 100 juta rupiah ( seeayus juta rupiah ) melalui bantuan atas nama MAH selaku pengacara, penyampaian dari SW dalam surat laporan.

Seterusnya, awak media lintaspe mengkonfirmasi kepada MAH melalui via seluler terkait isi laporan pengaduan masyarakat yang disampaikan dipolres nias, ia mengatakan “

Kalau untuk perdamaian tersebut kembali kepada si korban dan saya selaku pengacara tidak ada meminta uang sebesar yang disampaikan”. Tuturnya dengan singkat.

Lebih lanjut, awak media lintaspe mengkonfirmasi kepada SW selaku pemilik warung yang di laporkan dipolres nias melalui via seluler nomor contak person 0812 6254xxxx dengan nomor 0823617xxxxx berulang kali dihubungi tidak merespon sama sekali, sehingga nomor contak person yang menghubungi SW diblokir.( TIM )

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!