Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kades Teluk Belukar Di duga Melabrak Aturan Walikota Dalam Pembagian BLT

Jumat, 29 Mei 2020 | 11:14 pm
Reporter: Selamat Harefa
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1519
Photo nama perangkat penerima BLT .

Photo nama perangkat penerima BLT. Jum'at, (29/05/2020)

Photo nama perangkat penerima BLT .
Photo nama perangkat penerima BLT. Jum’at, (29/05/2020)

 

Gunungsitoli Utara, LintasPeristiwa –

Penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Teluk Belukar pada tanggal 14 Mei 2020 dari 52 kepala keluarga (KK) ada suami istri yang menerima dan Juga beberapa istri perangkat desa, begitu juga pembagian bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa pada tanggal 22 Mei 2020, diduga tidak tepat sasaran. (29/05/2020).

Beberapa masyarakat yang tidak dapat disebut namanya dalam pemberitaan, mereka menyampaikan “Kalau penerima bantuan sosial tunai (BST) tersebut ada suami istri yang menerima inisialnya “AZ, AG” NZ, SG, SZ, suaminya perangkat desa serta yang AZ suaminya pegawai negeri sipil dan juga SZ suaminya honor di Dinas Lingkungan hidup kota gunungsitoli.” Paparnya.

Lanjut, “Kalau bantuan langsung tunai (BLT) pada tanggal 22 Mei 2020 yang dibagikan didesa teluk belukar diduga ada beberapa honor dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Gunungsitoli yang inisialnya “AZ, MM, SM, RZ, dan AZ telah menerima, sedangkan AZ anggota BPD, SM istri anggota BPD serta SD penerima beras raskin juga telah menerima.” Ungkap beberapa masyarakat desa teluk belukar.

“Jadi, kami beberapa masyarakat berharap agar pembagian bantuan baik dari Bantuan Sosial Tunai dan maupun Bantuan Langsung Tunai agar merata jangan ada tembang pilih.” Tegas beberapa masyarakat.

Ditempat terpisah, Fatizanolo Mendrofa selaku kepala desa teluk belukar mengatakan saat dikonfirmasi terkait penerima bantuan baik dari bantuan sosial tunai dan bantuan langsung tunai, ia menyampaikan “kalau sebelumnya sudah ada pendataan tentang penerima bantuan sosial tunai itu sebanyak 124 orang yang telah terdata dan itupun hasil forum musyawarah desa, apabila ada yang tidak sesuai dalam penerima Bantuan tersebut mereka wajib mengembalikan, sebagian peserta sudah ada yang mengembalikan dan sebagian mendatangani Surat pernyataan bahwasanya mereka tidak diposisi tenaga honor itu pegangangan kami di desa.” Ungkap kades.

Selanjutnya, kalau untuk penerima bantuan langsung tunai dari dana desa “itu tidak benar kalau ada perangkat desa maupun istri perangkat desa yang menerima, sebab sudah ada instruksi dari pimpinan kota wajib diikuti, apabila ada perangkat desa yang menerima maka kita sampaikan sebab sudah ada instruksi aturan walikota yang harus diikuti, maka bodohnya pimpinan desa itu kalau melibatkan perangkat desa dalam menerima bantuan langsung tunai dari dana desa.” Pungkasnya.

Ditambahkannya lagi, “Kalau itu di munculkan ada salah seorang perangkat desa ataupun keluarganya kepala desa telah memberikan bantuan langsung tunai itu kepada perangkat desa berarti betapa bodohnya seorang pemimpin desa tersebut melawan instruksi pimpinannya (Camat / Walikota).” Cetusnya.

Pantauan awak media dilapangan setelah mendapatkan bukti bukti dan sudah konfirmasi langsung kepada masyarakat setempat, kepala desa teluk belukar atas nama Fatizanolo Mendrofa di duga telah melabrak aturan atasannya tersebut ( Camat / Walikota ).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!