Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Sempat Viral Kapolres Nias Diduga Bergaya Koboy, Selamat Harefa Diduga Di Buly Petinggi Personil Polres Nias

Minggu, 17 Mei 2020 | 1:03 am
Reporter: Selamat Harefa
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 3329
Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Screenshot komentar penggiat media social di medsos Arka Harwur yang merupakan wartawan lintasperistiwa.com

Gunungsitoli Lintas Peristiwa –

Selamat Harefa  yang berprofesi sebagai awak media kabiro/wartawan diwilayah  kepulauan Nias serta se-Sumut  di Lintasperistiwa.com, juga sebagai Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia ( DPC PWRI ) Kota Gunungsitoli,  baru-baru ini di teror dan  di buly diduga beberapa personel Polres Nias baik yang berpangkat tinggi maupun yang masih rendah.

Selamat Harefa saat dikonfirmasi  menjelaskan kepada awak media, dirinya pada saat tersebut berada di sekitar jl. sudirman dan dekat pada  lokasi rombongan Personel  dan Kapolres Nias  saat adanya kegiatan Pembagian Nasi bungkus kepada pengendara lalu lintas ( penarik betor/becak bermotor ) yang melewati  jalan tersebut.

“Awalnya saya sangat tertarik dengan aksi spontanitas pembagian Nasi Bungkus (Gratis)  yang dilakukan oleh jajaran personel  dari Polres Nias,  seluruh jajaran  Polri ( Polres Nias ) saat itu hadir di lokasi, termasuk AKBP. Deni Kurniawan ( Kapolres Nias ).  Aksi  ini sangatlah langka dan jarang terjadi, seorang  pucuk pimpinan tertinggi Polres Nias turun bergerak  dan berbaur  dekat di kalangan masyarakakat kecil, ditambah saat ini Pandemik Covid-19 sedang melanda Indonesia, sehingga berdampak draktis pada pendapatan usaha perekonomian  Kecil  masyarakat Menengah. Namun, aksi sosial yang  enak di pandang mata tersebut sangat cepat berlalu,  dimana  saat salah satu masyarakat yang berprofesi tukang becak bermotor  berhenti  guna meminta Nasi Bungkus  kepada rombongan personil Polres Nias untuk diberikan kepada penumpangnya. Akan tetapi Bukan sebungkus  nasi yang diterima,  malah cemoohan kata-kata kasar  bernada rendahan  dan pandangan mata yang  tajam tertuju sangat bengis, sekaligus  adanya  reaksi penyodoran tongkat kearah muka tukang  penarik becak bermotor  tersebut”.

Selamat Harefa, menyebutkan bahwa dirinya  terpanggil hati nuraninya  untuk memotret  ( video)  tidakan senonoh seorang Kapolres Nias yang di luar batas kewajaran,  Apakah Wajar  perkataan  “Serakah kamu, Brengsek kamu…! “ yang  menyayat  hati  tersebut di lontarkan kapolres Nias kepada masyarakat ,? Ingat Pak,  Gaji dan pangkat  yang anda emban saat ini berasal dari uang rakyat juga.

Lanjut, Selamat Harefa  menuturkan bahwa bathinnya secara fisik  saat ini berkecambuk was-was  dihantui gerak-gerik  anggota personel  Intel Polres Nias. saya di buntuti  seakan-akan seperti anggota Teroris atau ISIS, dan saat ini hilangnya  kebebasan  saya berpendapat  bersosial media di jejaring dering ( Facebook ) terkesan  di rendahkan  oleh segelintir personil  anggota maupun  jajaran tertinggi  personil Polres Nias.

Hingga saat ini untuk menjalankan  tugas peliputan seperti biasanya di lapangan, sudah tak seperti biasanya.  foto dan keterangan tempat domisili saya sudah tersebar luas  di share terpublikasikan oleh kalangan netizen yang rata-rata memberikan  cuitan diluar batas kemanusiawian. Banyak  personil polres Nias berkomentar  Negatif  (buruk) di laman facebook kolom komentar, juga terdapat  beberapa komentar tersebut di grub-grub Informasi laman facebook,  terhadap pemberitaan yang telah diturunkan atau tersebar  beberapa hari lalu di  jejaring media sosial, seperti diantara lain sebagai berikut :

Akun Facebook a.n Aman P Harefa, “ Judul postingan mu dari kemarin hingga pagi ini penuh tanda tanya, orang yang menerima nasi bungkus saja merasa berterimakasih tidak ada satupun yang merasa tersinggung dan sebagainya malah berterimakasih, kok malah kamu yang sibuk dengan postingan judul mu ini ?  ada apa ya.

“Kalau kamu merasa tidak suka dengan kegiatan sosial yang dilakukan polres Nias bilang saja,.. siapa tau kamu juga memberikan yang lebih dari itu yah silahkan saja”

Akun Facebook a.n Arhez Gulo zed III, “Kira-kira selama ini apa yang sudah anda perbuat untuk MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN, TOLONG SAUDARA JELASKAN

Akun Facebook a.n Dayat soeaib Habsah poetra, “kasih tau ngak ya”

“Martua manik, kepingin digiring itu bang…mungkin dengan cara begitu dia kepingin kenal abang sih ngak mau memperkenalkan dii, begini jadinya….“

“Martua manik…ialah bang, panggil saja dia bang”

“Deni Kurniawan… Kayaknya perlu dikasih istirahat dulu komandan“

“mau cari sensasi kayaknya sudah kelamaan di goreng om, sudah gosong tuh…sudah ngak bisa dimakan lagi”

Akun Facebook a.n Martua manik, “maksud beliau ini apa ya”

“Dayat soeaib Habsah poetra oh gitu ya bang, nanti kita perkenalkanlah kalau begitu“

Akun Facebook a.n Deni Kurniawan, “Mungkin dia lelah”

Akun facebook a.n Sk harefa Regaga,” saya sangat meragukan ke profesionalan pembuat berita ini “ reporternya…dan cenderung melanggar kode etiknya sendiri ( terindikasi beretika buruk ). Kejadian sudah 1 bulan yang lalu/ sudah basi, baru di beritakan sementara di seputaran kota gunungsitoli masih banyak informasi yang perlu diberitakan dan diketahui publik…bila reporternya minim bahan pemberitaan sering sering main ke Humas Polres Nias. Dari editan beritanya tertulis … “tepatnya dipasar beringin, depan kantor lurah pasar”  ( apa benar pasar beringin tersebut berada di depan kanor lurah pasar…? ) kalau sudah begini kejadiannya…saya makin ragu, apakah syarat yang di persyaratkan untuk menjadi seorang reportertelah di penuhi dan dijalani oleh reporternya  sebagai di atur dalam UU Pers…? “

Berikut ini komentar salah satu anggota Bhayangkari Polres Nias istri dari Sk Harefa,

Akun facebook a,n  Merry charlos , “akhirnya papa hebat komen”

“menggoreng-goreng terus berita tak berbobot ini, baiklah saya komen lagi ya…bahwa  pada saat kejadian ini awal perdana membagikan nasi bungkus  bagi orang orang yang memang butuh saya ada di tempat tersebut namun tidak ada kapolres mengucapkan kata kata cacian dan makian…tapi yang ada menegur tukang becak yang sudah mendapat bagian nasi bungkus sebelumnya, namun berbalik minta kembali mencoba mengibuli petugas yang sedang membagi nasi bungkus/ mengaku ngaku tidak ada menerima, pada hal personel yang ada ditempat tersebut banyak sekali bahwa tukang becak tersebut sudah di berikan sebelumnya..kurang jelas lagi ya ke polres aja langsung lihat kegiatan dapur umum karena hari ini bhayangkari dan anggota mau masak di dapur umum sekalian membagikan tali asih bagi orang yang kurang mampu yang berdampak covid-19 liput jangan sampai you ngak dapat berita jangan menggoreng aja kerjamu”

“ bukan hanya satu atau seribu yang mengulurkan tangan banyak tapi mari kita memikirkan diri sendiri tapi perut orang lain kita pikirkan yang senasib dengan kita. Jangan ego jangan seraka syukuri apa yang sudah di dapat.”

“jangan hanya ini yang  bapak share lebih banyak lagi kegiatan polri jumat datang pak konfirmasi dengan pihak polres nias dimana lagi akan dibagikan, biar makin giat kami masak di dapur umum, kita bagi bagi berkat. Bapak share yang kegiatan kami bapak dapat berkat kami yang menyediakan kami dapat berkat”

“nraugo masyarakat dek jadi lebih bijak menilai, saat ini bukan waktunya untuk memojokkan beliau, bukan waktunya membuly, bukan waktunya mencari kesalahan dan tidak ada faedahnya, dan bukan saat nya beradu argumen. Tapi mari kita mendukung beliau agar lebih dan lebih untuk menjadi saluran berkat utk pulau nias”

“sudahlah no coment kaka sae, masyarakt lebih tau mana yg lebih baik dan mana yg tdk lebih baik tegas hati bai dan dermawan dari pada lemah lembut bertutur kata manis tapi nol dalam berbuat apa-apa noa he , terserah ndrauge mano.”

Dan masih banyak lainnya yang memberikan komentar , saya merasa tersudutkan  dan terasingkan oleh rekan mitra saya sendiri. Saya berharap kepada  Ir. H Jokowidodo  sebagai panglima hukum tertinggi di NKRI , dan Kapolri sebagai pimpinan tertinggi kepolisian, serta  Kapolda Sumatera Utara  menegur dan menindak kinerja dari Kapolres Nias beserta jajarannya yang terkesan  sewenang-wenang kepada wartawan, ujarnya kepada awak media saat di konfirmasi di sekretariat DPC PWRI Nomor 330 jalan diponegoro, Ds Sifalaete kota  gunungsitoli.(Tim)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.