Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Tanggapi Persoalan Sungai Keruh, Ormas Perempuan S4 Hadirkan Ketua DPRD Muba

Sabtu, 16 Februari 2019 | 8:28 am
Reporter: Winda Camelia (12)
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 708

Ketua DPRD Muba memberikan sambutan di desa sukalali. Sabtu (16/02/2019)

Foto bersama Ketua DPRD Muba di desa sukalali. Sabtu (16/02/2019)

Suasana menyanyikan lagu mars S4 di desa sukalali. Sabtu (16/02/2019)

Suasana penyambutan kedatangan Ketua DPRD di desa sukalali. Sabtu (16/02/2019)

 
 
 
 
Sukalali Muba LintasPe-
 
Menanggapi persoalan di Kecamatan Sungai Keruh, Organisasi Masyarakat (Ormas) Perempuan S4 (Sarina Srikandi Serasan Sekate) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) hadirkan Ketua DPRD Muba sekaligus Ketua KTNA Muba Abusari Burhan SH M.Si beserta Istri di Sukalali. Sabtu (16/02/2019).
 
Turut hadir dalam acara tersebut Pendiri Ormas Perempuan S4 Sutoto Waliun, Ketua Ormas Perempuan S4 Sumarni beserta Anggota S4 dari Sekayu, Desa Rimba Ukur, Rantau Sialang, Sukalali, dan Jirak Jaya, Pemerintah Desa diwakili Suparman, beserta warga di Sukalali.
 
Selain itu juga dihadiri Wartawan Lintasperistiwa.com Winda Camelia yang merupakan salah satu Caleg DPRD Muba Dapil I dari PPP Nomor urut 12, dan Asisten pribadi dan Staf ahli pribadi Ketua DPRD Muba Indra Kusumajaya yang juga merupakan Caleg DPRD Muba Dapil I dari PAN dengan nomor urut 4.
 
Dalam kesempatan itu, Erlina Wati warga Dusun III Sukalali menyampaikan uneg – uneng nya kepada Ketua DPRD Muba bahwa didesa tersebut PDAM sudah lama tidak mengalir, lampu jalan tidak hidup, jalan rusak dari sekayu menuju sungai keruh dan jirak jaya, belum adanya sumur bor, dan madrasah iftidayah Miftahul di desa kertayu, yang 10 tahun tidak pernah dibangun.
 
“Jika musim kemarau didesa kami ini kekeringan air sumur, dulu disini ada PDAM namun sudah lama tidak mengalir. Untuk itu, kami meminta hidupkan kembali PDAM dan juga lampu jalan. Karena jalan gelap, kami disini terkadang kecelakaan karena kendaraan masuk lubang”, ungkap warga asal lumpatan ini. 
 
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Muba Abusari Burhan SH MSi yang juga merupakan caleg DPRD Provinsi Sumsel dapil 9 Muba dari PAN nomor urut 2 mengatakan bahwa dirinya sangat prihatin, sedih dan terharu terkait ada pipa PDAM tapi air nya tidak mengalir, ada lampu jalan namun tidak pernah hidup, belum adanya sumur bor di sukakali seperti di desa kertayu.
 
“Inilah akibat pemilu 5 tahun yang lalu, yang duduk mewakili dapil I ini tidak peduli kepada masyarakat yang ada di sini, yang duduk di sini tidak membangun daerahnya sendiri. Untuk itu, ditahun ini jangan memilih orang luar misal dari palembang, muara enim dan lain – lain yang mencalonkan diri di Muba”, ungkapnya.
 
Disampaikannya kepada warga untuk mencari orang yang berwawasan luas, pengalaman nya ada mampu berelementasi atau bertengkar, berniat untuk membangun kecamatan ini, kedepan harus rubah pikiran bagaimana supaya sungai keruh ini dapat bersaing dengan kecamatan lain.
 
“Masalah pesantren, keramat, batas wilayah kecamatan saya mengabulkan itu karena tanggung jawab saya sebagai ketua atas permintaan ormas perempuan S4”, ucap 
 
Terkait jalan provinsi rusak, jika ia menjadi anggota DPRD Provinsi, ia siap melebarkan dan memperbaiki jalan provinsi sekayu – pendopo.
 
“Saya akan siap mempertaruhkan jiwa dan raga, karena saya orang muba, tinggal di Muba insya allah jiia meninggal nanti ditempatkan di Muba tepatnya di Mangunjaya. Aku ada rasa memiliki, tanggung jawab dan malu jika saya jadi anggota dewan D5 (datang, duduk, dengar, duit diam). Jangan pilih lagi dewan yang D5”, bebernya.
 
Pilih yang baru, lanjutnya. Yang punya potensi melawan untuk menyampaikan kepentingan masyarakat. Kalau daerah ingin ada perubahan. 
 
“Insha allah dalam ramalan kuyung – kuyung Abusari tak kan terkalah dari seluruh partai dan caleg diMuba. Karena abusari banyak berbuat, ia berbuat menggunakan fungsinya sebagai DPR bukan hanya DPR D5. Untuk kepentingan rakyat jangankan waktu, tenaga, dan pemikiran, nyawapun saya siap pertaruhkan”, tungkas Abusari.
 
Dijelaskannya mengenai air PDAM sukalali bahwa hal ini sudah pernah terjadi di desa Pagar Kaye, PDAM tidak mengalir karena 90 % warga tidak membayar angsuran perbulan, telah di carikan solusi namun warga di Desa tersebut tidak mau menyicil tunggakan sehingga tidak dihidupkan kembali.
 
“Untuk itu, jika warga siap menyicil tunggakan PDAM, Insya allah akan PDAM akan mengalir lagi di Desa sukalali. Selanjutnya, tolong sampaikan kepada pak kades, buat surat pengaduan, sejak kapan PDAM tidak mengalir, lampu jalan tidak hidup lagi, jalan desa berlubang – lubang, usulan pembangunan sumur bor. Dilampiri surat hibah tanah, dan sumur bor itu untuk kepentingan bersama. Dengan surat tersebut, saya bisa memanggil kepala dinas terkait”, perintah Ketua DPRD. (WindaCamelia12)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!