Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Tetkait BPNT; Indra Datangi Kantor BRI dan Dinsos Muba

Selasa, 10 Desember 2019 | 12:19 am
Reporter: Feri Irawan
Posted by: redaksi
Dibaca: 549
Lembaran surat keberatan yang disampaikan Indra Agen Brilink Desa Epil kepada Pihak BRI Cab. Sekayu. Senin, (09/12/19)

Lembaran surat keberatan yang disampaikan Indra Agen Brilink Desa Epil kepada Pihak BRI Cab. Sekayu. Senin, (09/12/19)

Lembaran surat keberatan yang disampaikan Indra Agen Brilink Desa Epil kepada Dinsos Muba. Senin, (09/12/19)

Lembaran surat keberatan yang disampaikan Indra Agen Brilink Desa Epil kepada Dinsos Muba. Senin, (09/12/19)

 

Sekayu Muba LintasPe –

Masih Terkait pemberitaan sebelumnya yang mana diupdate dengan judul miris-diduga-tim-koordinasi-kec-lais-kkn-main-tunjuk-agen-e-warung-penyalur-bpnt/ beberapa waktu lalu. 

Senin (09/12/2091) Kemarin Indra salah satu Agen Brilink mendatangi kantor cabang Bank Rakyat Indonesi (BRI Sekayu) dan Kantor Dinas Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin (Dinsos Muba) dengan tujuan menyampaikan keberatannya atas benerapa hal terkait Bamtuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Efil Kecamatan (Kec. Lais) Kab. Muba Provinsi Sumatera Selatan (Prov. Sumsel).

Yangmana Isi pernyataan keberatan yang disampaikan Indra dan dibacakannya dihadapan wartawan lintasperistiwa.com “Bersama ini saya Agen Brilink / E-warung toko Indra Epil mengajukan keberatan atas penunjukan agen Brilink / E-warung Mardiana didesa Epil”, kata indra.

“Adapun alasan saya mengajukan keberatan tersebut adalah :
1. Agen brilink / E-warung yang dipilih atau ditunjuk menjadi tempat penyaluran BPNT didesa Epil tidak diundang pihak Bank BRI dan tidak menghadiri sosialisasi pada tanggal 2 Juli 2019.

2. Agen brilink / E-warung yang di pilih atau ditunjuk didesa Epil melayani 584 keluarga penerima manfaat (KPM) di satu agen brilink / E-warung.

3. Data agen brilink / E-warung didesa Epil bukan toko sembako.

4. Agen brilink /E-warung tempat penyaluran BPNT didesa Epil tidak sesuai dengan berkas yang di ajukan dipemerintah desa Epil.

5. Tempat penyaluran bantuan pangan non tunai didesa Epil diarahkan diagen brilink /E-warung bukan toko sembako”.

Masih dalam pernyataan indra, “Menurut saya keputusan tersebut tidak tepat dan bertentangan dengan materi sosialisasi pada tanggal 2 Juli 2019 tentang ketentuan BPNT yang di jabarkan pada sosialisasi tersebut yang di larang mengarahkan kepada agen tertentu, dan bertentangan dengan peraturan materi sosial RI Nomor 11 tahun 2018 Bab III mekanisme penyaluran bagian kedua paragraf 3 pasal 14 ayat (2) yang menyatakan jumlah KPM BPNT yang dilayani oleh E-warung sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak 250 KPM BPNT”.

“Sehubungan dengan itu, maka saya agen brilink /E-warung toko Indra Epil berharap agar pihak terkait meninjau ulang keputusan penunjukan agen brilink / E-Warung didesa Epil”, demikan disampaikan indra.

Sementara pihak terkait saat indra mendatangi BRI Cabang Sekayu dan Kantor Dinsos Muba.

“Saya telah mendatangi Kantor Cabamg BRI dan disana saya hanya bisa menitikan surat kebertan saya kepada satpam yang bernama asrul”, ungkap indra.

“Saya juga mendatangi kantor Dinsos, disana saya juga tidak berjumpa langsung dengan Kepala Bidang Penanganan Pakir Miskin Putro karena beliau lagi tidak ada dikantornya, dan disini saya hanya sebatas menyampaikan surat pernyataan keberatan saya dan diterima oleh salatu tenaga kerja di kantor tersebut yaitu puji,”ya nanti akan saya sampaikan pak,kata puji”, Jelas Indra.

Sementara pihak dinas sosial belum bisa dikonfirmasi terkait permaslaham ini dikernakan sesaat setelah berjumpa dengan indra, awak media juga menyempatkan diri mendatangi kantor dinsos senin kemarin pukul 14.30 untuk memgkonfirmasi permasalan ini tetapi pihak terkait belum bisa dijumpai dikarekan belum ada ditempat.(red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.