Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Waspadai perkembangan Radikalisme, Kodim Muba Gelar Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Paham Radikal

Sabtu, 14 Desember 2019 | 3:24 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 71

Dandim foto bersama para wartawan di lapangan Asrama kodim. Sabtu (14/12/2019)

 

Dandim foto bersama para wartawan di lapangan Asrama kodim. Sabtu (14/12/2019)

MUBA LINTASPE-

Waspadai perkembangan Radikalisme, Komando Distrik Militer (Kodim) 0401/Muba menggelar pembinaan antisipasi Balatkom dan Paham Radikal di Wilayah nya, di lapangan Asrama Makodim 0401/Muba. Sabtu (14/12/2019)
 
Adapun kegiatan tersebut merujuk tema “Melalui pembinaan antisipasi Balatkom dan Paham Radikal, Prajurit TNI AD senantiasa waspada dan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mengamankan dan menjaga keselamatan bangsa dan negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari segala bentuk ancaman terutama bangkitnya kembali bahaya laten Komunis dan Paham Radikal”.
 
Kegiatan yang diikuti para Danramil beserta anggota, Ibu -ibu Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXXVI, FKPPI, Sekayu Gowes Community (SGC), tokoh masyarakat dan wartawan tersebut sebagai upaya TNI guna mencegah terhadap muncul sekaligus masuknya paham radikalisme dalam perkembangan kondisi sosial yang pesat, khususnya di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
 
Dalam arahan, Dandim 0401/Muba Letkol Arm Muh. Saiffudin Khoiruzzamani S.Sos menuturkan kegiatan ini bertujuan untuk menjalin komunikasi sosial yang harmonis untuk meningkatkan tali silaturahmi prajurit Kodim 0402/Muba, dengan komponen masyarakat dalam rangka mewujudkan cegah tangkal Balatkom dan Radikalisme.
 
“Hal ini mungkin sudah di sampaikan oleh Danramil. Namun saya hanya jelaskan sedikit bahwa bahayanya komunis laten, laten itu berarti tidak nampak di permukaan, tetapi sewaktu – waktu ia akan tampil dan menimbulkan bahaya bagi kelangsungan Negara Republik Indonesia, sepanjang negara kita memiliki dasar pancasila”, terang Dandim.
 
Karena komunis ini bertentangan dengan Pancasila, sambungnya. Khususnya pada point pertama, dimana untuk paham komunis mengesampingkan arti penting ketuhanan yang maha esa, ia tidak menjamin kebebasan beragama.
 
“Alhamdulillah, dengan adanya tap MPR pemerintah untuk melarang Paham komunis di Indonesia, sampai sekarang pemerintah masih konsisten mempertahankan larangan tersebut”, ucapnya.
 
Oleh karena itu, lebih lanjut. Pihaknya memerintahkan Aparat Komando Kewilayahan untuk betul – betul mengantisipasi jangan sampai paham komunis ini bangkit kembali.
 
“Komunis tidak lagi dalam bentuk tahun 1965, tetapi dia dalam bentuk baru, sekarang dikenal komunis gaya baru. Jangan sampai kita terpengaruh kesana, takutnya sama rasa sama rata”, jelasnya.
 
Sedangkan paham radikalisme berikutnya ada lagi, terang Dandim. Kalau sekarang dibenturkan pembentukan negara dengan dasar hanya satu agama saja, padahal Pancasila menjamin kebebasan beragama atau kepercayaan. 
 
“Akan tetapi, ada beberapa oknum yang berusaha mengubah Pancasila ini hanya satu dasar satu agama saja menurut orang – orang tersebut, nah itu yang perlu kita waspadai. Jangan anggap sepele karena itu ancaman yang nyata”, pungkasnya.
 
Sementara itu, Ketua PWI Muba diwakili oleh Sekretaris Indra Kusuma Jaya mengucapkan terima kasih kepada Dandim atas undangan nya, semoga kegiatan seperti ini PWI terus di libatkan.
“Kami PWI Muba siap bersinergi tolak radikalisme di Musi Banyuasin”, ujarnya.
 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.