Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Rakyat Musi Banyuasin Minta Revisi Perda Pesta Malam

Minggu, 8 Juli 2018 | 10:37 am
Reporter: Ahmad Jahri
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 415

MUBA SUMSEL LintasPe-
 
Pesta rakyat di Kabupaten Musi Banyuasin Sumatera Selatan merupakan tradisi yang sudah turun menurun, harusnya tidak di hilangkan. Hal ini karena selain merupakan tradisi dan budaya, pesta malam juga sudah seperti arisan, di mana penyelenggara akan terbantu.
 
Namun beberapa waktu belakangan ini, lahir di Kabupaten Musi Banyuasin perda di larang pesta malam, hal ini tentu membuat Pro dan kontra di kalangan masyarakat. Akan tetapi, beberapa masyarakat seperti di Kecamatan Sanga Desa, Kecamatan Babat Toman dan Kecamatan Babat Supat masih ada yang mengadakan pesta malam. 
 
Salah satu penyelenggara Jon (35) warga Desa Ngulak Kecamatan Sanga Desa mengatakan “Sebelum lahirnya perda tersebut kami sudah mengontrak musik pada bulan Oktober tahun kemarin dan kami bukan membangkang namun kalau tidak kami lakukan maka hilangkan uang muka kontrak tersehut tersebut dan saya telah banyak membantu saudara dan tetangga saya, saat mengadakaan pesta malam seperti ini kini saatnya saya yang di bantu jika pesta malam di hentikan itu artinya sia-sia saja apa yang saya perbuat selama ini,” ujar Jon. 
 
Di tempat terpisah salah satu tokoh Pemuda Musi Banyuasin Kurnaidi begitu di minta tanggapannya terkait dengan Perda tersebut dia mengatakan. Sebenarnya izin pesta malam itu sudah benar hanya pukul 23.00 wib hanya penertibannya saja perlu di perketatkan.
 
Lebih lanjut iapun mendukung adanya Perda itu yang katanya berbau maksiat dan peredaran Narkoba namun harus di pahami pemuja barang haram itu ada titik kelemahan. 
 
“Pertama oknum petugas, sinar lampu, waktu di bawa pukul 00.00 wib dan musik dangdut atau kosida ini titik kelemahan pemuja Narkoba,” kata Kurnaidi.
 
Lanjutnya “Dan kami sudah mengusulkan agar diatur dengan lembaran PERBUB pertama jam 00.00 harus tidak ada kegiatan lagi, kedua tidak ada lagu house musik atau remix, lampu tidak boleh di matikan dan  jangan ada yang berjualan minuman keras di sekitar kegiatan. Kemudian peran petugas harus pro aktif, setiap warga yang ingin menyelenggarakan pesta malam harus minta keamanan petugas baik itu dari Polri ataupun dari Pol PP, kalau ini di lakukan  tidak ada lagi peredaran narkoba di setiap pesta malam,” papar Kurnaidi. 
 
Dan Kurnaidi mempertanyakan proses pembuatan perda biasanya anggota DPRD melakukan Study Banding ke daerah-daerag lain dan daerah mana saja Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang telah menghentikan pesta malam itu, sepengetahuan saya belum ada Perda Se-Sumsel ini yang melarang pesta malam termasuk di Ibu Kota Provinsi sekalipun.
 
“Jadi daerah mana saja yang jadi perbandingan, kalau hal ini tetap di lakukan di duga Kabupaten Musi Banyuasin menjadi pelopor dilarang pesta malam,” jelas Kurnaidi
 
Dan harapan saya supaya pihak instansi terkait atau yang berkompeten dapat merevisi perda tersebut dan memberikan solusi sehingga tradisi Rakyat Muba ini tetap bertahan dan bebas akan peredaran Minuman keras dan Narkoba,” tutup Kurnadi salah satu tokoh pemuda asli putra Daerah ini. (Ahmad Jahri/R)

 

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.