Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Inspektur Nias Tepati Janji: Masyarakat Desa Sogae`adu, Menuntut Keadilan

Kamis, 11 Oktober 2018 | 7:36 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 509

Keterangan foto ; Masyarakat Sogae'adu dan LPM saat sambangi kantor Inspektorat Kab.Nias.

Keterangan foto ; Masyarakat Sogae’adu dan LPM saat sambangi kantor Inspektorat Kab.Nias.

 

NIAS, LintasPe

Terkait laporan penyimpangan anggaran dana Desa di Desa Sogaeadu, Kecamatan Sogaeadu pada tahun silam. Pada pokok dugaan penyimpangan dana desa (DD) dan Anggaran Dana Desa (ADD) mulai tahun anggaran 2017 hingga sekarang oleh Kepala Desa (Kades) berinisial “AG”.( 11/10/2018 )

Ditaksir biaya yang dikucurkan pada pembangunan Gedung Balai Pelatihan Masyarakat tersebut menelan biaya senilai Rp 493.465.000.

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) atau dahulu lebih dikenal dengan LKMD ( Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa ), Akibat desakan dari para tokoh dan sejumlah kalangan masyarakat di kantor inspektorat kabupaten nias.

Warga telah berupaya semaksimal mungkin mendesak agar dilakukan audit dilapangan dari inspektorat, mengaudit para tikus berdasi di jajaran pemdes yang kuat dugaan telah memainkan anggaran biaya bangunan gedung tersebut yang telah di turunkan dari pemerintah pusat.

inspektorat telah menerima laporan tersebut, beberapa saran dari pendapat pengurus LPM, tetapi dari beberapa tuntutan Warga Desa Sogaeadu, terlalu banyak untuk kita percepatkan pemanggilan atau pemeriksaan, memelurkan waktu cukup lama. saat ini kasus di Kecamatan Sogaeadu sudah ada titik temunya ungkap F.Lahagu pada awak media saat di konfirmasi di ruang kerjanya Kantor Inspektorat Kabupaten Nias jalan karet kelurahan Ilir,Gunungsitoli,(10/10/2018).

dari hasil petikan wawancara Inspektorat Kabupaten Nias, F Lahagu Mengatakan pada warga sogaeadu, bahwa pihaknya sudah menurunkan tim audit. dari hasil tim audit yang telah diturunkan di lapangan, sudah cukup memuahkan hasil baik.

“Dijelaskan, kami pihak Inspektorat.red hanya bisa melakukan audit tentang penggunaan DD/ADD, setelah itu aparat penegak hukum yang berhak untuk menindaklanjuti”.

Kami hanya melakukan pemeriksaan dan audit saja, dan kami akan menyurati dinas tarukim kabupaten Nias untuk bersama-sama menghitung kerugian pada pelaksaan pembangunan gedung tersebut, Pungkasnya saat mengakhiri konfirmasi.

Berdasarkan dengan janji dahulu, Inspektorat kabupaten nias kepada warga sogae’adu dan LPM, serta beberapa awak media yang hadir. bahwa pada tanggal 10 oktober 2018 terkait janji yang pernah kami lontarkan agar sesegera mungkin hasil audit bangunan gedung balai pertemuan masyarakat dapat diteruskan dan akan disampaikan kepada pak bupati dengan nomer 356043/276/ITDAKAB untuk memberikan rekomendasi lanjutan ”.

Ditambahkan f.lahagu“kali ini laporan dari Warga, dengan sigap sudah kita gubris dengan cepat. dengan bekerjasama stokholder lainnya, ungkap kepala ispektur nias F.Lahagu, ujarnya .

Terpisah, warga sogaiadu berinisial SW mengatakan bahwa: dugaan adanya tindakan korupsi menurut pelapor disebutkan seperti pada pengadaan bahan material batu yang mana didalam RAB tertera Rp. 300.000/kubik tetapi yang dibayarkan cuma Rp. 133.000, kemudian pasir pasangan tertera didalam RAB Rp. 280.000, tetapi yang dibayar hanya Rp. 133.000, harga krikil didalam RAB Rp. 260.000, dan yang dibayarkan hanya Rp. 133.000,

“Kami telah kesekian kalinya datang ke Kantor Inspektorat menuntut keadilan benar benar ditegakkan guna bertujuan adanya ketegasan dan saling mendorong Pemerintah yang bersih dari korupsi agar tidak ada lagi penyimpangan yang dilakukan oleh Kepala Desa yang lain di setiap kecamatan, tuturnya”.

Selain itu dikatakannya lagi dalam program APBDes ini sebenarnya bertujuan untuk memberdayakan masyarakat terutama dalam meningkatkan kesejahteraan warga desa, tetapi sepertinya pengelolaan APBDes Sogae`adu justru memberdayakan tim dan oknum Kades hal ini terlihat dari pekerja harian yang seyogianya adalah semuanya langsung dilakukan warga tetapi oleh oknum Kades tersebut malah memprioritaskan alat molen.

Kami meyakini bahwa SPJ yang dibuat oleh Kades Sogae`adu bersama Tim APBDes diduga banyak yang direkayasa sehingga diduga kuat perbuatan mereka telah melanggar Fakta Integritas pelaksanaan APBDes Desa Sogae`adu Tahun Anggaran 2017, ujar SW.

Diduga tindakan oknum Kades dan Tim APBDes Desa Sogae`adu tidak pro rakyat. Dan sangat bertolak belakang dengan harapan maupun tujuan pemerintah pusat yang mengucurkan anggaran ini.

Terpantau, pada pertemuan tersebut terdiri dari beberapa pengurus LPM dan Masyarakat Sogaeadu. masing-masing berinisial DL, RH, YZ, SW, SL, SH, AL, AW, YL, FW, RW, WL, FL, YL, BW, dan YL.menindak lanjuti laporan dugaan penyimpangan yang disinyalir Kdes berinisial “AG”.

Sejumlah warga dan LPM memberikan apresiasi baik terhadap kinerja Inspektorat yang langsung bergerak nyata. (Selamat Harefa) 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.