Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Keluarga miskin di Sitolu ori, Butuh Perhatian Pemerintah

Minggu, 3 Juni 2018 | 10:02 pm
Reporter: Selamat Harefa
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 248
foto rumah keluarga Yanueti Zega alias ama Wandi dan adinia zega yang membutuhkan perhatian.  Minggu, (3/6)

foto rumah keluarga Yanueti Zega alias ama Wandi dan adinia zega yang membutuhkan perhatian.  Minggu, (3/6)

 
foto rumah keluarga Yanueti Zega alias ama Wandi dan adinia zega yang membutuhkan perhatian.  Minggu, (3/6)
foto rumah keluarga Yanueti Zega alias ama Wandi dan adinia zega yang membutuhkan perhatian.  Minggu, (3/6)
Nias utara Lintaspe –
 
Himpitan ekonomi memaksa satu keluarga tinggal di sebuah rumah tua yang tidak layak huni, di Desa Umbubalodano kecamatan Sitolu Ori Kabupaten Nias Utara.
 
Satu kepala keluarga (KK)  memiliki anak yang berjumlah empat orang ini sudah berpuluh-puluh tahun mendiami rumah tua itu. Tragisnya lagi, tanah dan bangunan rumah tua tersebut berukuran kecil.
 
Kepala keluarga itu adalah Yanueti Zega alias ama Wandi dan adinia zega. Pasangan suami istri itu bekerja mengandalkan kuli serabutan di lahan perkebunan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
 
Beban yang dipikul keluarga itu cukup berat. bocah bernama Dariawanti Zega(7) tahun, bocah penderita yang diduga kekurangan gizi ini sejak sakit sakitan jarang untuk makan, bahkan untuk bermain dengan seusianya tidak mampu untuk keluar rumah. Untuk memenuhi kebutuhan kerluarga terpaksa  banting tulang untuk memenuhi nafkah kepada istri dan anak-anaknya.
 
Empat anaknya masih kecil. Sementara satu anaknya  (7) tahun memgalami penyakit disebabkan step atau panas terlalu tinggi sejak di amunisasi. Sampai saat ini  tidak bisa berjalan hanya terbaring di lantai tanpa kasur. Kalau berdiri harus dibimbing dan digendong oleh ibunya. Siapakah yang peduli,?.
 
Yang paling menyedihkan bagi keluarga miskin ini yakni bila hujan deras turun baik siang atau malam, suami istri ini  harus ekstra siaga menjaga anak-anaknya dari air hujan yang merangsak masuk melalui cela-cela atap rumahnya. Maklum, atap rumahnya banyak yang rusak. Ditambah lagi lantainya juga banyak rusak parah, dinding kayu banyak yang lapuk.
 
“Kami sudah lama tinggal di sini. Rumah dan tanah milik kami, hanya arus listrik kami menumpang ke jiran tetangga. Kalau diperbaiki atap yang bocor ini, kami tidak punya uang. Untuk makan saja susah. Mau apalagi, memang kami tidak punya,” lirih istrinya, alias ina ketika Wartawan lintasperistiwa.com singgah di kediamannya untuk berteduh dan menyalurkan bantuan sekedarnya, minggu (3/6)
 
Begitu masuk ke rumahnya, hanya ada tempat tidur, yang di sampingnya tungku, tempat sehari-hari memasak. Wajar saja, selama ini  memakai kayu bakar untuk kebutuhan memasak.
 
Keluarga ini tidak banyak mendapatkan program pemerintah, serta jika ingin memasak saja pakai kayu bakar. bisa dibayangkan, ketika memasak banyak asap yang dihasilkan dan terhirup oleh sang anak. Tentu, kondisi ini akan mengganggu kesehatan bagi keempat anaknya.
 
Meskipun kesulitan ekonomi,  belum pernah mengemis kepada tetangga maupun kepada orang lain. Selama ini ia hanya mengandalkan hasil kuli dikebun, yakni menggalas karet.
 
“Puji tuhan, saya belum pernah meminta apalagi mengemis. Semua kebutuhan keluarga dari hasil kerja di kebun,walaupun tidak mencukupi,” kata suami lirih.
 
Untuk itu dia sangat berharap kepada Bupati Nias utara M. Ingati Nazara untuk memperhatikan nasipnya.
 
“Apalagi selama ini kami belum pernah mendapat bantuan dari pemeritah baik melalui Dinsos, Kesra maupun bantuan lainnya dari”, ujarnya.(Selamat Harefa )

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.