Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pemko gunungsitoli dan tokoh masyarakat, ikuti kegiatan peletakan senjata meriam

Sabtu, 3 November 2018 | 4:28 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: Ahmad Jahri
Dibaca: 179

Ketrangan foto : wakil walikota gusit saat meletakan semen di senjata meriam.

Ketrangan foto : wakil walikota gusit saat meletakan semen di senjata meriam.

Gunungsitoli, LintasPe-

Pemerintah kota gunungsitoli bersama para tokoh masyarakat, agama, adat, dan tokoh pemuda beserta para camat juga lurah serta di hadiri beberapa para kades tetangga sekitar kelurahan ilir, kecamatan gunungsitoli, kota gunungsitoli.

Tadi pagi, sabtu ( 03/11/2018 ) telah terlaksana dengan hidmat dan sukses kegiatan peletakan kembali senjata meriam, setelah adanya pemugaran renofasi yang dikerjakan oleh dinas terkait terhadap bagunan peninggalan sejarah masyarakat dari leluhur nagari ranah minang pada beberapa bulan silam.

Dalam sambutan Amperius Nazara kadis PU kota gunungsitoli, melaporkan untuk kegiatan pemugaran renofasi monumen tugu meriam ini, dananya bersumber dari APBD kota gunungsitoli tahun 2018.

Dungrumadung chaniago, saat dipersilahkan untuk menyampaikan beberapa hal dalam kata sambutan dari tokoh masyarakat kelurahan ilir. Dia mengatakan secara bangga dan rasa terimakasih kepada pemerintah kota gunungsitoli yang telah merenofasi bangunan sejarah ( tugu meriam ) alat peninggalan perang para nenek moyang kita dari Nagari ranah minang sumatera barat yang dulu telah didirikan pertama kali oleh kepala desa a.n Zakaria baginda dan juga dengan kesepakatan beberapa para tokoh masyarakat nias sejak tahun 1952 dengan kondisi kokoh dan tidak merubah bentuk sedikitpun dari sebelumnya.

Dungrumadung menegaskan, kita sebagai ummat beragama dan memiliki kepercayaan masing-masing, berharap pada kegiatan momentum bersejarah ini, jangan terlalu berlebihan atau disakralkan untuk di laksanakan.

Lanjut, dungrumadung mengajak kepada masyarakat kelurahan ilir maupun secara umum keseluruhan masyarakat kota gunungsitoli untuk bersama-sama saling menjaga monumen sejarah tugu meriam ini dengan bersih tanpa ada coret-coretan dan juga merusak bentuknya.

Dari amatan awak media, di lokasi turut dihadiri dari kodim 0213 Nias, Sekretaris daerah, kabag humas beserta jajarannya, para asisten dan unsur forkorpinda pemko gunungsitoli, tokoh perempuan kelurahan ilir, syamsir zebua kepala lingkungan kelurahan pasar, Kurniawan harefa mantan kepala desa lasara bahili, pengamanan Satuan lantas polres nias, pengamanan buka tutup jalan dari dinas perhubunga kota gunungsitoli, dan juga beberapa insan pers/ LSM serta para rekanan pekerja renofasi tugu meriam.

Dalam momentum peletakan kembali senjata meriam di atas monumen tugu tersebut, sekilas selayang pandang di bacakan kembali asal mula sejarah tersebut itu berdiri dengan senjata meriam yang lebih dari satu, dan tahun berdirinya tugu meriam di simpang jalan diponegoro tersebut dibacakan oleh bapak H. Abdul Hadi Caniago sebagai tokoh masyarakat sekaligus ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) kota gunungsitoli.

Dalam penuturannya secara singkat bahwa senjata meriam tersebut bukan peninggalan dari negara belanda, melainkan dari peninggalan
Datuk raja ahmad ( inyiak puncak alam ) tokoh nagari ranah minang sumatera barat yang di resmikan sejak tahun 1952 ujarnya.

Sowa’a laoli Msi, wakil walikota gunungsitoli dalam sambutannya mengatakan, pemerintah kota gunungsitoli telah bekerja semaksimalmungkin untuk memperhatikan kondisi bangunan monumen-monumen bersejarah yang ada di wilayah ruang lingkup kota gunungsitoli. “Kita mencoba membenahi bangunan peninggalan sejarah, dimana kondisi bangunannya hampir termakan oleh zaman. Renovasi ini tanpa mengurangi dan bentuk rupa aslinya, hanya saja tugu meriam yang kita banggakan ini, sedikit kita tinggikan dari badan jalan di sebabkan adanya pelebaran jalan sehingga nantinya terlihat ditengah-tengah kota adanya bundaran cantik dengan salah satu Icon bersejarah di kota gunungsitoli ini.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut diakhiri dengan Pembacaan do’a oleh bapak Rustam harefa.

Acara resmi tersebut dimulai pada pukul 09:00 WIB, dan selesai pada pukul 10:30 WIB. dengan momentum kegiatan tersebut bapak wakil walikota gunungsitoli, tokoh masyarakat, adat, agama, pemuda dan sekaligus masyarakat sekitar bergotongroyong meletakkan kembali senjata meriam di tempat semula yang telah dikerjakan.(selamat harefa)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.