Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kalapas Sekayu; Ambil Hikmah Dari Napi Nekat Kabur dari Bui

Rabu, 24 Juni 2020 | 9:15 pm
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 1766
Aprin Hata (32) Bin Abdula Rusdi warga Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko melarikan diri dari Lapas Sekayu. Rabu (24/06/2020)

Aprin Hata (32) Bin Abdula Rusdi warga Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko melarikan diri dari Lapas Sekayu. Rabu (24/06/2020)

Aprin Hata (32) Bin Abdula Rusdi warga Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko melarikan diri dari Lapas Sekayu. Rabu (24/06/2020)
Aprin Hata (32) Bin Abdula Rusdi warga Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko melarikan diri dari Lapas Sekayu. Rabu (24/06/2020)

 

MUBA LINTAS PERISTIWA –

Salah seorang narapidana Lapas Klas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) kasus pencurian nekat kabur dari penjara, Selasa (23/06/2020) sekira pukul 11.06 wib.

Terlihat dari pantauan CCTV, Aprin Hata (32) Bin Abdula Rusdi warga Pangkalan Bulian Kecamatan Batang Hari Leko melarikan diri dengan cara memanjat tembok menggunakan kayu – kayu sisa dijadikannya tangga untuk menaiki pos lalu melompat keluar.

Dimana, keseharian pria kelahiran 11 Januari 1988 ini di dalam bui ialah seorang tamping kebersihan taman tengah dan berperilaku baik selama menjalani masa tahanan.

Di luar dugaan, Narapidana perkara pencurian pasal 363 KUHP yang di vonis dua perkara yakni 1 tahun 10 bulan, dan 1 tahun 4 bulan ini bisa berupaya melarikan diri dari bui, padahal dirinya sudah menjalani masa pidana 1 tahun 6 bulan dan ekspirasinya Januari 2022, dan jika memang baik berlanjut Januari 2021 sudah bebas bersyarat sesungguhnya.

“Ya, ini diluar dugaan kami dan tidak menyangka hal tersebut, karena selama dalam pembinaan kami napi tersebut berperilaku baik sebagai tamping kebersihan taman”, ungkap Kalapas Sekayu Jhonny Hermawan Gultom A.Md IP S.Sos didampingi Kasi ADM Kamtib, Tri Nopa Yanda, SE., SH., MH. ditemui awak media di ruang kerjanya. Rabu (24/06/2020)

Pada saat itu, lebih lanjut. Posisi penjaga yang diisi adalah pos 2 dan pos 4, dan napi tersebut melarikan dari melewati pos 3 yang kosong. Ia juga menyatakan Lapas Sekayu selama ini kekurangan petugas penjagaan.

“Memang formasi regu jaga saat ini berjumlah 8 orang sementara titik penjagaan sebaiknya berjumlah 15 orang.
Serta berdasarkan analisa kami bersama polres bahwa tembok lapas Sekayu ini masih minim dan rendah, jauh dari standar”, beber Jhonny.

Adapun upaya yang dilakukan, sambungnya. Pihaknya melakukan crosscheck kepada teman – teman bloknya apa yang membuat nya hingga ia mempunyai niat untuk berusaha kabur.

“Setelah di crosscheck, napi tersebut tidak ada sangkut paut hutang piutang didalam, atau adanya tekanan sehingga membuat nya nekat kabur. Hanya saja kabar terakhir ia sempat cekcok dengan keluarganya”, jelas Kalapas.

Selain itu, membuat surat perintah dan membentuk tim satgas pencarian, dengan menurunkan 5 regu untuk mencari keberadaan napi tersebut dan juga telah berkoordinasi dengan polres Muba dan Polsek setempat untuk melakukan kerjasama, dan juga menghubungi pihak keluarganya.

“Kita ambil hikmahnya dari kejadian ini, untuk adik – adik yang lulusan CPNS kemenkumham 2017 yang mana dalam penerimaan pegawai di harapkan pak Menteri adalah IQ nya tapi dari sisi teknis mental nya belum terbentuk. Dengan adanya pembelajaran hikmah ini mereka bertambah pengalaman supaya terlatih bahwa pegawai penjara harus tahan banting”, ucapnya dengan rileks.(WindaC) 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.