Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Kearifan Lokal Sebagai Sumber Investasi Memajukan Daerah Di Ruang Modernisasi

Kamis, 11 Februari 2021 | 9:52 pm
Reporter: EKO BEPE
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 140
Forum Pariwisata dan Budaya Sumsel bekerjasama dengan Universitas Terbuka Palembang

Forum Pariwisata dan Budaya Sumsel bekerjasama dengan Universitas Terbuka Palembang

Forum Pariwisata dan Budaya Sumsel bekerjasama dengan Universitas Terbuka Palembang
Forum Pariwisata dan Budaya Sumsel bekerjasama dengan Universitas Terbuka Palembang

 

PALEMBANG, SUMSEL, LINTASPERISTIWA.COM, – Forum Pariwisata dan Budaya (Forwida) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bekerjasama dengan Universitas Terbuka (UT) Palembang menggelar webinar : Menggali Potensi  Kearipan Lokal dan Penyelamatan Cagar Budaya Menuju Indonesia Maju Tahun 2045, Kamis (11/2).

 

Sebelum kegiatan webinar dimulai, kedua lembaga mengadakan MOU sebagai realisasi kepedulian dan pengabdian di masyarakat. Didampingi Ketua FORWIDA SUMSEL DR. Ir. Diah  K. Pratiwi, MT sebagai penggagas acara, Direktur Universitas Terbuka Palembang, DR. Meita Istianda, M.Si menyampaikan, “UT sangat terbuka  dalam melakukan penelitian apalagi terkait  pengabdian kepada masyarakat dalam konteks kearifan lokal dan pemeliharaan cagar budaya.”

 

Senada dikemukakan Ketua FORWIDA SUMSEL, “Sudah sepatutnya peran generasi muda sekarang dibutuhkan dalam upaya pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal.”

 

Bukan main-main jika webinar yang diselenggarakan atas prakarsa kedua lembaga tersebut mengundang para pakar dan narsum yang piawai dibidangnya.

 

Bahkan Sultan Palembang YM Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama Raden Muhammad (RM) Fauwaz Diradja, SH. M.Kn saat diundang sebagai narasumber sangat antusias dan menyampaikan materi sangat mengena.

“Revitalisasi memang sangat dibutuhkan, tapi ini fisiknya saja. Perlu diingat, dengan terpeliharanya pusat peradaban di Kota Palembang tentu akan memancing animo masyarakat , bukan hanya memotivasi bela negara , nilai tambahnya adalah kearifan lokal akan terjaga karena bukti nyata ada di hadapan mereka”.

 

Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan, Kemendikbud RI, Dr. Restu Gunawan M. Hum mengatakan,”Kebudayaan dan kearifan lokal adalah investasi, ini yang perlu ditanamkan kepada pemangku kebijakan dan masyarakat luas.”

 

Senada yang disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi,”Kebudayaan adalah aset berharga yang harus dipelihara dan dikembangkan untuk kepentingan masyarakat banyak. Dampaknya tentu saja meningkatkan perekonomian secara merata”, ucapnya.

 

Dr. Dadang Hikmah Purnama, M. Hum dari FISIP Universitas Sriwijaya secara gamblang juga menyatakan, “Pembangunan berkelanjutan di setiap daerah memilki karakteristik yang berbeda-beda, kesempatan untuk dapat membangun tersebut seyogjanya mengikuti lingkungan-sosial-ekonomi dalam ruang kultural masing-masing”.

 

Lebih jauh, Nara sumber, Dr. Shine Pintor Siolemba Patiro, ST. MM, Dosen Fakultas Ekonomi UT Palembang mengatakan, “Peluang pengembangan kawasan yang berlandaskan kearifan lokal dan sumberdayanya tentu diperhitungkan pula ancaman dan efek keberlanjutannya, tidak hanya satu komponen lembaga saja, tapi dibangkitkan melalui komponen-komponen yang ada di masyarakat, tidak berdiri sendiri,” tegasnya.

 

Ditemui di akhir sesi webinar, Ketua Panitia Rodi Herawan menyatakan bahwa antusiasme publik dan lembaga atas inisiasi program webinar kali ini cukup mengejutkan, karena sebelum acara dimulai-pun peserta telah teregistrasi mencapai hampir 800 peserta aktif yang tidak hanya berasal dari Palembang dan Jakarta saja, bahkan luar negeri juga turut serta seperti Malaysia, Singapura, Belanda dan lainnya.
Sukses untuk FORWIDA ke depannya,

Salam Budaya.

Ekobepe.Linpe.11/02/2021

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!