Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Diduga IH Tega Setubuhi Anak Angkatnya

Kamis, 17 Mei 2018 | 12:14 pm
Reporter: Selamat Harefah
Posted by: redaksi
Dibaca: 3052
korban yang masih dibawah umur MG (16)

korban yang masih dibawah umur MG (16)

korban yang masih dibawah umur MG (16)
Foto korban MG (16)  yang masih dibawah umur saat berdaa di RS

Gunungsitoli LintasPe –

Informasi didapat, pelaku berinisial IH (60) merupakan warga desa faekhu, kecamatan gunungsitoli selatan, kota gunungsitoli ini diduga tega melakukan hubungan badan terhadap korban yang masih dibawah umur MG (16), diduga pencabulan yangilakukan pelaku berkali-kali sejak korban MG masih duduk dibangku sekolah dasar(SD), korban yang tinggal serumah bersama pelaku merupakan anak angkat pelaku karena alasan tersebut korban tak berdaya dan terpaksa melayani nafsu bejat kakek tersebut. Kamis, (17/05/18)

Menurut keterangan dari masyarakat sekitar yang identitasnya dirahasiakan, bahwa korban sebelumnya dijemput disekolah pada saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung oleh  Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) pemerhati anak di kota gunungsitoli berdasarkan permintaan dari pihak sekolah.

Permintaan tersebut pun bukan tanpa dasar dimana korban pada jam pelajaran tersebut tidak memberi perhatian yang serius pada pelajaran, gelisah, serta tidak konsentrasi, diketahui bahwa korban(red) ada masalah berat yang selama bertahun-tahun menimpanaya dan mebuat tertekan spikologisnya.

Selanjutnya korban diajak langsung ke kantor polisi untuk membuat pengaduan. 

Dalam pengaduan tersebut, korban juga turut melaporkan istri pelaku berinisial ML (55) dimana korban ketika mengadukan hal tersebut kepada ibu angkatnya, diduga ML justru melakukan tindakan kekerasan secara fisik kepada korban agar aib tersebut tidak terbongkar ke pihak umum, akibat kejadian tersebut, korban pun terganggu mental serta traumatik psikologis. 

Secara terpisah, saat awak media hendak melakukan klarifikasi dengan pelaku di desa faekhu, kecamatan gunungsitoli selatan, pelaku tidak bisa ditemui karena kondisinya sedang “tak enak badan”, ujar istri pelaku, terkait hal ini istri pelaku-pun juga enggan untuk memberikan komentar tanpa alasan yang dapat disebutkan. 

Atas dugaan perbuatan kejahatan luar biasa (extra ordinary crime) yang menimpa dirinya, korban pun enggan untuk kembali ke rumah orang tua angkatnya dan sementara dititipkan disuatu tempat perlindungan anak di kota gunungsitoli.

Perbuatan Diduga tersangka IH yang melanggar terancam hukuman Pasal 82 Undang-undang No.35 Tahun 2014 undang-undang No.35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, menjelaskan sangat tegas kepada pelaku kejahatan seksual kepada anak dibawah umur, yang berbunyi: “(1). Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda palling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima milyar rupiah)” isi dari Pasal 76E yaitu : “swetiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan,memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, dan membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul”.(Selamat Harefah)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.