Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Terkait Perda Pesta Malam Ketua FM2B Angkat bicara

Jumat, 2 Februari 2018 | 7:32 pm
Reporter: Red
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 659

Ketua FM2B Kurnaidi ST (Kanan) saat Konferensi Pers terkait Perda Hiburan Malam. dikantornya Jalan Lingkar Randik. Jumat (02/02/2018)

Ketua FM2B Kurnaidi ST (Kanan) saat Konferensi Pers terkait Perda Hiburan Malam. dikantornya Jalan Lingkar Randik. Jumat (02/02/2018)

Sekayu Muba LintasPe –

Setelah disahkannya perda hiburan malam beberapa waktu lalu, akhirnya Ketua Organisasi Kemasyarakatan Forum Masyarakat Musi Banyuasin Bersatu (FM2B) Kurnaidi, ST angkat bicara.

“Saya bersama masyarakat Musi Banyuasin (Muba) pecinta seni budaya peninggalan nenek moyang masyarakat Muba serta budaya adat jawa, adat minang dan budaya-budaya daerah yang ada di Kabupaten Muba segera turun kelapangan menggelar aksi damai”, ujar Ketua FM2B Kurnaidi, ST pada acara Konferensi Pers di Kantor FM2B di jalan lingkar Randik. Jum’at. (02/02/2018)

Setelah berkoordinasi dengan para pengelola seni daerah dan tradisi, baik dari Muba sendiri, tradisi minang, dan tradisi jawa yang ada di beberapa kecamatan dalam Kabupaten Muba, akhirnya mereka sepakat untuk turun kelapangan dengan menggelar aksi damai.

Banyaknya kontroversi terkait perda pesta malam hingga hiburan rakyat seperti wayang kulit, jaipongan, kuda lumping dan segala sesuatu yang ada alunan suara musik ke semua dilarang untuk digelar pada malam hari.

“Ini sangat naif, tidak relevan, bertentangan dengan tradisi atau kebiasaan masyarakat Muba pada khususnya, maupun masyarakat pendatang dan sudah tinggal menetap menjadi warga Kabupaten Muba pada umumnya”, jelas Kurnaidi.

Masih kata Kurnaidi, dalam aksi nanti, pihaknya minta agar pihak eksekutif dan legislatif mengkaji ulang perda terkait penyelenggaraan hiburan dan pesta malam, karena perda tersebut seharusnya menata agar penyelenggaraan segala bentuk hiburan agar lebih baik, terkondisi aman dan kondusif, tidak penuh unsur pornografi dan bebas dari narkoba, bukan melarang alias tidak diperbolehkan hiburan rakyat dan pesta malam. “Sekali lagi Saya katakan, kepada pemeritah maupun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Musi Banyuasin untuk segera merevisi perda hiburan rakyat”, tegasnya. (Red)

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.