Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Minimnya Komputer, Besar Anggaran Bos Terserap.

Sabtu, 27 Januari 2018 | 12:08 pm
Reporter: Hendra
Posted by: lintas peristiwa
Dibaca: 454

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen Drs. Nasrul Yuliansyah melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Teuku Syukri M.Pd. Jumat (26/01/2018)

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen Drs. Nasrul Yuliansyah melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Teuku Syukri M.Pd. Jumat (26/01/2018)

Bireuen LintasPe-

Menghadapi Ujian Nasiona (UN) berbasis komputer  tahun 2018, Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat di Kabupaten Bireuen mengeluh akibat tidak tersedianya sarana dan prasarana komputer lengkap di sekolah mereka, sehingga jumlah siswa yang ikut tidak sebanding dengan jumlah fasilitas komputer yang tersedia.

Seperti halnya dengan SMPN 2 Peusangan, jumlah murid yang ikut 110 orang sedangkan komputer berjumlah 14 buah sementara yang dibutuhkan berjumlah 38 unit. Dugaan 90 % SMPN sederajat di Kabupaten Bireuen, minimnya peralatan komputer disekolah wajib mendapat perhatian serius dari pemerintah.

Pada tahun 2017 lalu, para Kepala Sekolah dalam menghadapi UN berbasis komputer terpaksa harus menumpang disekolah lain serta ada yang pinjam pakai  laptop pada guru, disinyalir banyaknya Dana Bos terserap dalam kegiatan ini. Tahun ini, peristiwa tersebut terulang kembali. Untuk itu, diharapkan adanya perhatian pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi agar segera membenahi berbagai kekurangan ini, demi memicu kualitas peningkatan mutu pendidikan khususnya di Kabupaten Bireuen.

Menyikapi persoalan itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen  Drs. Nasrul Yuliansyah melalui Kabid Pendidikan Menengah dan Kejuruan Drs. Teuku Syukri M.Pd. saat dikonfirmasi awak media Lintaspe mengatakan bahwa jumlah  Siswa – Siswi SMP Sederajat yang mengikuti UN berbasis komputer tahun 2018 sebanyak 8367 0rang. Jum at (26/1/2018)

Terkait kurangnya komputer disetiap sekolah dia membenarkan hal tersebut, walaupun demikian harapannya adalah sementara waktu. “Pihak sekolah boleh numpang disekolah lain atau meminjam komputer  kepada guru tidak diperboleh atas namanya menyewa, karena akan bertentangan dengan peraturan yang ada. Kalaupun ada sekolah yang membeli komputer, itu diperbolehkan menggunakan Dana Bos asalkan sesuai aturan juknis Bos”, terangnya.

Yang menjadi harapan, sambungnya. Pelaksanaan UN Berbasis komputer  harus dilakukan secara jujur dan berintegritas, selalu mengawasi anaknya untuk terus belajar, hindari waktu yang terbuang. Mudah – mudahan pelaksanaan UN berbasis komputen tahun 2018 di Kabupaten Bireuen berjalan tertib, lancar dan juga menembus nilai kelulusan 100%, harapnya. ( Hen).

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.