Lintas Peristiwa
NEWS TICKER

Pertama di Indonesia, Gelang RFID Dipakai Warga Binaan Lapas Sekayu

Jumat, 24 April 2020 | 11:17 am
Reporter: Winda Camelia
Posted by: Darul Kutni
Dibaca: 3960

Suasana Kasubsi Keamanan sedang mengabsen warga binaan menggunakan gelang tag RFID. Jumat (24/04/2020)

Suasana Kasubsi Keamanan sedang mengabsen warga binaan menggunakan gelang tag RFID. Jumat (24/04/2020)
 
MUBA LINTASPE-
 
Pertama di Indonesia, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIB Sekayu Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Pudjiono Gunawan SH MH keluarkan inovasi baru untuk warga binaan nya. Jumat (24/04/2020)
 
Gelang tag RFID (Radio Frequency Identification) menjadi salah satu terobosan terbarunya guna meminimalisir adanya perpindahan -perpindahan atau penempatan -penempatan kamar yang tidak sesuai dengan database yang ia miliki.
 
Dimana, Gelang elektronik tersebut digunakan untuk melakukan penghitungan jumlah penghuni dengan berbasiskan teknologi.

Kurang lebih 3 bulan Pudjiono Gunawan SH M.Si menjabat menjadi Kalapas Sekayu, telah banyak ia perbuat untuk warga binaannya. Selain dari inovasi ini, infrastruktur olahraga Lapas Sekayu diperbaharui dan pelayanan publik tetap menjadi prioritas nya.

Kalapas saat diwawancarai awak media di ruang kerjanya mengatakan bahwa dalam rangka menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM), pihaknya mencoba melakukan terobosan melalui inovasi berupa membuat aplikasi dengan penggunaan gelang elektronik.
 
“Ini baru pertama kali di Indonesia, karena di Lapas / Rutan manapun belum ada yang menerapkan dengan sistem seperti ini. Mudah – mudahan Sekayu yang merupakan pilot project, bisa diterapkan di seluruh lapas ataupun rutan di Indonesia”, harap Kalapas.
 
Dijelaskannya bahwa hal ini muncul karena kondisi di lapangan yang pada umumnya melakukan absen ataupun perhitungan jumlah penghuni menggunakan cara-cara yang masih konvensional melalui perhitungan menggunakan buku, untuk itu dirinya mencoba melakukan terobosan untuk perhitungan berbasiskan teknologi.
 
“Gelang elektrik ini di berikan masing-masing penghuni, yang dijadikan sebagai alat sensor untuk memverifikasi warga binaan apakah sudah benar di kamarnya dan apakah nanti jumlah keseluruhannya itu sudah lengkap sebanyak isi hari itu”, tukas Pudji.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa dengan adanya Covid 19 ini, warga binaan saat ini tidak diperkenankan untuk menerima kunjungan, pihaknya memberikan solusi berupa kunjungan online agar mereka masih tetap bisa melakukan komunikasi dengan keluarganya melalui video call, termasuk juga disidang online.
 
“Nantinya, pandemi Covid 19 ini sudah berakhir kita sudah menyiapkan sarana – sarana berupa kunjungan dengan berbasis IT, mulai dari nomor antrian kita sudah siapkan mesin antrian yang langsung dapat memverifikasi wajah pengantri sehingga menghindari adanya percaloan untuk mengambil nomor antrian tersebut dan diruang kunjungan itu juga kita siapkan layar monitor dimana layar monitor itu berisikan informasi – informasi tentang tata cara cuti bersyarat, cuti menjelang bebas, pembebasan bersyarat ,tata cara kunjungan dan hak-hak lainnya ataupun layanan-layanan lainnya yang kita berikan di Lapas kelas IIB ini”, paparnya.
 
Ditambah Kalapas, dirinya akan membuat gelang kaki elektrik yang terbuat dari besi untuk warga binaan yang bekerja di luar, hal ini guna mengantisipasi warga binaan yang kabur akan dengan sangat mudah dilacak.
 
Dalam kesempatan itu juga, Nur Widi Asmoro programmer gelang elektrik menambahkan bahwa ini merupakan pengembangan sisi teknologi untuk penghitungan warga binaan karena pada implementasinya di lapangan banyak terjadi warga binaan sering keluar kamar sehingga membuat data antara sistem database pemasyarakatan dengan yang nyata fisik nya itu berbeda.
 
“Saya salut atas idenya Kalapas Sekayu Pudjiono Gunawan SH M.Si beserta jajarannya bisa membuat terobosan baru yakni gelang tag RFID karena ini pertama dilakukan di lapas terutama di lapas kelas IIB Sekayu”, ucap mantan Dosen IT Poltekip ini 
 
Gelang ini dibuat dengan aplikasi mandiri, RFID rider, teks fid yang kebetulan digunakan bentuk gelang karet. “Ini disematkan kepada semua warga binaan dan kita nggak perlu khawatir karena kenapa ketika tertukar pun pada saat mereka di tag mereka akan ketahuan bahwa mereka itu bukan pemilik gelang yang sah”, ungkapnya.
 
Tidak hanya itu, sambungnya. Gelang tersebut bisa dibawa mandi, nyuci dan dibanting pun itu tidak masalah karena berbasis radio frequency identification.
 
 

Berita Lainnya

PT. Multi Media Informatika Copyright 2017 ©. All Rights Reserved.
error: Woi.. Enggak Boleh Copas !!